Home > Uncategorized > Analysis : Ekspor Furnitur ke Timteng

Analysis : Ekspor Furnitur ke Timteng

Ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia ke kawasan Timur Tengah diproyeksi akan mencapai USD77,61 juta-USD80 juta tahun ini atau naik sekira 20 persen dibandingkan pencapaian pada tahun lalu yang sebesar USD64,68 juta.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono menjelaskan, nilai total ekspor furnitur nasional juga diproyeksi naik 20 persen dari tahun lalu menjadi USD2,8 miliar pada tahun ini.

Menurutnya, negara utama tujuan ekspor furnitur Indonesia adalah kawasan Uni Emirat Arab (UEA) dengan pangsa pasar 41,7 persen atau senilai USD26,97 juta. “2011, kami optimistis ekspor furnitur ke Timur Tengah naik 20 persen menjadi sekira USD80 juta,” kata Ambar di Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Ambar meyakini, konflik Mesir tidak akan mengganggu kinerja ekspor furnitur nasional. “Kita akan bekerja keras, jangan sampai pasar Mesir yang ekspor senilai USD4 juta hilang. Akan dialihkan 50 persen ke Afrika, sisanya Abu Dhabi, Dubai, dan Israel,” tutur Ambar.

Selain itu, furnitur Indonesia terkenal dengan kualitas dan harga bersaing di kawasan Timur Tengah, termasuk Mesir. Awalnya, lanjut dia, produk Indonesia bersaing dengan furnitur asal China dan Malaysia.

“Tapi, harga produk China sudah mulai mahal. Selain itu, furnitur Indonesia di Mesir itu pasarnya kelas menengah ke atas. Artinya, orang-orang yang punya uang banyak, biarpun perang, mereka masih bisa belanja furnitur,” jelas Ambar.

Tahun 2010, pangsa pasar ekspor furnitur Indonesia ke Mesir sekira 6,06 persen atau senilai USD3,92 juta. Mesir, tutur dia, menempati posisi ketujuh negara tujuan utama ekspor ke Timur Tengah. “10 negara tujuan utama ada UEA, Turki, Israel, Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Iran, Qatar, dan Bahrain,” ucapnya.

Pangsa pasar dari ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia ke Mesir berdasarkan bahan baku pada 2010 adalah sekira 49,13 persen untuk furnitur kayu, 17,49 persen furnitur rotan, 0,74 persen furnitur bambu, furnitur metal 3,79 persen, dan furnitur bahan baku lainnya 28,7 persen.

“Kami hanya berharap, jangan sampai krisis Mesir berlanjut terus dan meluas ke negara lain di sekitar. Jangan sampai mengganggu dan menyebabkan krisis yang berakibat tertutupnya jalur logistik di Terusan Suez. Kalau terjadi, bisa menyebabkan potensi kerugian ekspor ke Eropa USD40 juta, Israel USD3 juta. Total ke Eropa, Afrika, Timur Tengah bisa USD100 juta,” jelas Ambar.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dedi Mulyadi mengatakan hal senada. “Kalau Terusan Suez tertutup karena adanya krisis, maka akan menambah beban biaya transportasi karena jalur yang ditempuh lebih jauh,” kata Dedi.(Sandra Karina/SI/ade)/(oz)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: