Home > Uncategorized > Supremasi ekonomi China (RRC)

Supremasi ekonomi China (RRC)

sekitar satu bulan lalu kita menyaksikan pertemuan bersejarah, yaitu kunjungan Presiden China Hu Jintao ke Amerika Serikat, 18–21 Januari 2011. Pertemuan dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut pada awalnya dihadapi dengan sikap sangat hati-hati oleh kedua pihak.

China di satu pihak menginginkan dikembangkannya common ground dan saling percaya di antara kedua negara,sedangkan Amerika Serikat mengharapkan akses lebih luas di bidang perdagangan yang dapat membantu negara adidaya tersebut dari keterperosokan ekonomi. Sikap hangat yang ditunjukkan tuan rumah pada akhirnya berhasil mencairkan kebekuan hubungan di antara kedua negara.

China memang merupakan sebuah fenomena luar biasa. Saya mengunjungi negara tersebut beberapa kali.Pada kunjungan saya yang pertama pada 1996, Beijing masih menunjukkan perkembangan yang relatif terbatas. Namun pada 2005, perkembangan di ibu kota negara tersebut tampak mengagumkan. Jalan raya bebas hambatan berkembang di mana-mana. Bahkan dalam perjalanan kami dari Beijing ke Shanghai Kuan, kota di batas paling timur Tembok China, jalan tol yang kami lalui selebar tiga jalur praktis masih sangat sepi.

Kendati demikian, tampaknya Pemerintah China justru menyiapkan diri untuk perkembangan yang akan terjadi pada tahun-tahun sesudahnya. Hasilnya, perkembangan tersebut kami saksikan kembali pada 2008 dan 2009. Selain Beijing yang mulai memadat, lalu lintas di jalan tol di wilayah Shanghai juga semakin padat. Jalan tol antara Shanghai dan Suchou misalnya, pada waktu itu mulai mengalami penambahan jalur karena kepadatan yang meningkat. Namun di lain pihak, jaringan jalan raya bebas hambatan sudah meluas ke mana-mana di seluruh negeri.

Saya sempat merasakan jalan raya tersebut sekitar 100–200 km dari tempat kami tinggal dalam waktu hanya sehari, yaitu di Hangchou,Ningbo,Guangzhou, Tianjin, dan tempat lain. Dalam perjalanan di berbagai tempat tersebut saya mulai merasakan betapa ekstensifnya jaringan jalan raya mereka, tidak kalah dibandingkan dengan jaringan jalan raya antarbagian di Amerika Serikat (inter-state highway system) yang dibangun sejak diundangkannya Federal Highway Aid Act pada 1956 ketika zaman kepresidenan Rosevelt. Kendati demikian, pembangunan infrastruktur di China tidaklah hanya terbatas pada jalan raya.

Pemerintah negara tersebut membangun jaringan jalan kereta api, juga dalam waktu relatif singkat. Bahkan jaringan kereta api supercepat juga mulai dibangun di mana-mana. Saya sempat merasakan nikmatnya kereta api cepat Beijing–Tianjin yang dengan kereta api tersebut hanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk jarak cukup jauh. Jaringan semacam ini mulai juga dibangun di tempat-tempat lain seperti Shanghai–Hangchou maupun jalan kereta api cepat di koridor timur.

Dalam majalah Economist baru-baru ini,diberitakan perluasan jaringan jalan kereta api tersebut tidaklah terbatas hanya di dalam negeri China,tetapi bahkan mulai meluas ke luar negeri juga. Pemerintah China mulai melakukan persiapan pembangunan jalan kereta api cepat dari Kunming di China selatan menuju Vientianne, ibu kota negara Laos. Demikian juga dengan jaringan jalan kereta api utara–selatan di Thailand juga tampaknya terkait dengan mimpi pembangunan jaringan kereta api Asia Timur yang sekarang sangat aktif diusahakan China.

Dengan melihat perkembangan fisik yang cepat tersebut, kita bisa memperkirakan, perekonomian China yang tahun 2010 lalu telah menyalip Jepang menjadi nomor dua di dunia tinggal masalah waktu saja untuk mengungguli Amerika Serikat menjadi perekonomian terbesar di dunia.Pada 2012, perekonomian China sudah akan melampaui Amerika Serikat jika diukur dengan menggunakan kurs purchasing power parity (PPP), yaitu sebuah nilai tukar yang mencoba menyamakan nilai barang kedua negara secara sama (apple to apple).

Kendati demikian, karena pengukuran menggunakan PPP tersebut tampaknya tidak terlalu jelas dan akibatnya juga tidak terlalu populer,masyarakat tentunya menunggu kapan perekonomian China akan mengungguli perekonomian Amerika Serikat jika diukur dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku sehari-hari di pasar (market exchange rate).

Dalam sebuah artikel yang berjudul The Dating Game,majalah Economist Desember 2010 lalu menceritakan berbagai tebakan yang dilakukan oleh berbagai pihak mengenai kapan tepatnya perekonomian China menjadi perekonomian terbesar di dunia.Goldman Sachs misalnya pada 2003 sudah memperkirakan bahwa perekonomian China akan melampaui Amerika Serikat pada 2041. Prediksi ini termuat dalam studi Dreaming with the BRIC.

Prediksi ini kemudian direvisi oleh lembaga yang sama pada 2007 yang memperkirakan terjadinya pergerakan tektonik perekonomian terbesar tersebut terjadi pada 2007.Ini termuat dalam studi ”N-11: Not Just an Acronym”. Standard Chartered Bank dalam studinya November 2010 lalu memperkirakan, China akan melampaui Amerika Serikat pada 2020. Bagaimana dengan majalah Economist? Majalah Economist mengatakan, untuk memperkirakan titik perubahan tersebut diperlukan bukan hanya perbandingan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perbedaan tingkat inflasi dan nilai tukar mata uang China, yuan, terhadap dolar AS.

Dengan mempertimbangkan itu semua, Economist memprediksi,pergeseran tersebut paling cepat akan terjadi pada 2019 dan paling lambat akan terjadi tahun 2022.Ini berarti prediksi majalah Economist tersebut tidaklah berbeda dengan prediksi Standard Chartered Bank dan lebih optimistis dibandingkan Goldman Sachs. Saya yakin jika Goldman Sachs mengeluarkan studi baru tentang China, akan ada revisi lebih lanjut ke arah titik yang saat ini sudah diprediksi Economist dan Standard Chartered tersebut.

Meskipun tingkat kemakmuran kedua negara masih harus dibagi dengan jumlah penduduknya untuk memperoleh angka pendapatan per kapita,terlampauinya produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat oleh China bagaimanapun akan mengubah peta geopolitik dunia. Bagaimanapun PDB suatu negara akan menentukan berapa besar anggaran pemerintahnya dan berapa kuat militer yang mampu mereka bangun.

Perkembangan semacam itu, meskipun mungkin tampak absurd bagi sebagian orang, perlu kita ikuti dengan saksama sebagai cara kita untuk menebak tanda-tanda zaman yang akan memengaruhi peri kehidupan kita semua. []/(oz)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: