Home > Uncategorized > Pembahasan para Pemimpin Ekonomi Dunia (WEF)

Pembahasan para Pemimpin Ekonomi Dunia (WEF)

Tanggal 26 – 30 Januari 2011 lalu para pemimpin ekonomi dunia melakukakan pertemuan di davos dalam world economic forum. banyak hal penting damn krusial di bahas dalam forum ini. berikut adalah beberapa hal penting yg di bahas dalam WEF

selesainya dominasi dunia barat

Dengan utang yang makin melumpuhkan ekonomi dunia Barat dan kemungkinan aksi penyelamatan tahap dua untuk negara-negara di Eropa, pada WEF 2011 kali kehadiran para eksekutif dari negara-negara berkembang merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah WEF. Dilaporkan bahwa jumlah peserta dari BRIC dan Negara emerging markets mencapai angka 365 delegasi. Pertumbuhan ekonomi di Negara BRIC sangat tinggi, meskipun volatile, sehingga para delegasi dari Negara maju mulai melirik kerja sama dengan Negara-negara tersebut. Salah satu pernyataan yang paling banyak diminati adalah saat Preseiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia ditargetkan mencapai angka 10%.

Inflasi China dan India Jadi Fokus Penting:
Isyu yang tidak kalah menarik yang dibahas secara serius di WEF kali ini adalah mengenai kenaikan harga energy dan pangan di Negara-negara berkembang. Kenaikan harga pangan terutama berpotensi besar untuk menciptakan inflasi spiral yang tidak terkontrol di Negara-negara tersebut, terutama sekali China dan India. Di kedua Negara ini harga pangan telah mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap inflasi sebab pangan menyumbangkan 47% IHK India dan 34% di China.

Inflasi menjadi kekhawatiran terbesar bagi dua Negara dengan pertumbuhan terbesar di dunia ini. Mengenai isyu inflasi ini penasihan khusus IMF Zhu Min menyatakan bahwa Negara berkembang harus mempercepat kenaikan suku bunga guna menahan laju inflasi.

Kemungkinan Penyelamatan Eropa Tahap II

Krisis utang di Eropa telah menimbulkan kekhawatiran mendalam dalam pertemuan di Davos kemarin. Deputi pertama managing director IMF John Lipsky menyatakan bahwa IMF tampaknya akan harus melakukan penyelamatan terhadap Negara-negara kecil di Eropa. Dalam sebuah survey yang dirilis sebelum Davos terungkap bahwa ekonom memperkirakan bahwa di tahun 2016 mendatang setidaknya akan ada satu Negara yang terpaksa harus meninggalkan euro zone. Sementara itu juga diprediksi bahwa Irlandia dan Yunani akhirnya akan mengalami kebangkrutan.

Meskipun demikian ada argumentasi yang menyatakan bahwa krisis Eropa tidak perlu terlalu ditakuti. George Soros menyatakan bahwa “krisis Eropa berada dalam track yang baik untuk diselesaikan” dengan menciptakan sebuah treasury sentral yang permanen. Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde juga menyatakan agar investor tidak menjauhi euro zone. Meskipun rekonstruksi akan cukup berat, akan tetapi harapan pemulihan ekonomi di Eropa masih cukup terbuka.

 

Konflik di Kawasan Afrika Utara Jadi Perhatian Besar

Selain kekhawatiran mengenai krisis utang di Eropa, kekhawatiran mengenai konflik di regional Afrika Utara, terutama Mesir, menjadi perhatian besar. Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan akan pihak-pihak yang bertikai di Mesir menghentikan aksi kekerasan. Senator AS John Kerry menegaskan pentingnya pemerintah Mesir mengusahakan langkah yang lebih keras untuk menekan peningkatan harga pangan di Negara tersebut. Para delegasi mewanti-wanti bahwa kenaikan harga pangan yang tidak terkontrol di berbagai Negara berpotensi untuk menimbulkan kerusuhan sosial.[]/(IA-vbn)


Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: